Yuk Ibu-Ibu Kece, Ikuti 5 Tips ini untuk Menghemat Pengeluaran Rumah Tangga saat Punya Bayi 1


kedatangan buah hati yang ditunggu tunggu perlu perencanaan keuangan

Kedatangan buah hati yang ditunggu tunggu perlu perencanaan keuangan

Setelah 9 bulan penantian dan perjuangan ibu mengandung buah hatinya, tibalah saatnya sang malaikat kecil datang ke dunia. Senang? Pasti dong. Namun tidak bisa dipungkiri memiliki bayi perlu perjuangan ekstra baik tenaga maupun finansial. Tidak jarang ibu-ibu curhat betapa banyak biaya yang harus dikeluarkan demi sang buah hati tercinta. Tapi moms,berdasarkan pengalaman Mrs. Rafael sebenarnya ada lho cara yang bisa digunakan untuk menahan derasnya aliran arus pengeluaran saat memiliki bayi tanpa mengurangi kualitas kasih sayang kita. Berikut 5 tipsnya:

1. Sebelum melahirkan, buat daftar kebutuhan bayi

Daftar rencana keuangan

Daftar rencana keuangan sebelum melahirkan

Kebutuhan bayi memang banyak, apalagi anak pertama. Banyak mommies yang kemudian bingung dan akhirnya membeli barang yang tidak diperlukan. Pengalaman saya dengan anak pertama, saat kehamilan memasuki usia 6 bulan saya mulai mencari informasi mengenai kebutuhan bayi dan menyusun daftar kebutuhan bayi,lengkap dengan skala prioritas. Misalnya untuk baju sehari-hari bayi karena saya belum punya sama sekali, saya memberi prioritas tertinggi. Sementara untuk pompa asi dan botol susu saya memberi prioritas sedang karena berencana untuk memberikan asi eksklusif secara langsung sehingga tidak terlalu memerlukan pompa asi dan botol susu. Untuk gurita bayi, saya pernah membaca bahwa sebenarnya bayi tidak memerlukan gurita karena justru akan membuat bayi kesulitan bernapas. Saya pikir hal tersebut masuk akal sehingga saya tidak memprioritaskan untuk membeli gurita bayi. Cara ini cukup ampuh menghemat pengeluaran karena kita terhindar dari membeli barang-barang yang tidak diperlukan.

2. Beli pakaian bayi seperlunya

Beli pakaian bayi seperlunya

Beli pakaian bayi seperlunya

Saat punya bayi, salah satu hal yang terlintas di pikiran kebanyakan mommies (termasuk saya :p) adalah ingin mendandani anaknya se-’cetar’ mungkin dengan memberikan outfit yang matching, branded dan kekinian. Apalagi ketika melihat iklan-iklan online shop pakaian bayi yang bertebaran di media sosial. Tangan rasanya gatal ingin men-’japri’ si empunya online shop untuk memesan. Pakaian bayi memang penting, tapi pakaian bayi yang branded dan kekinian sebenarnya bukanlah prioritas. Dan jangan kaget bila baju yang baru dibeli namun baru dipakai sekali tiba-tiba sudah tidak muat karena si kecil yang tumbuh pesat sekali. Akhirnya baju cuma jadi penghuni lemari yang semakin sesak. Sayang sekali kan? Lebih baik dana dialokasikan untuk kebutuhan lain yang lebih penting, misalnya untuk imunisasi atau disimpan untuk jaga-jaga bila anak sakit.

Jika ingin membeli baju, belilah yang nyaman untuk dipakai sehari-hari oleh si kecil. Yang penting berbahan lembut dan menyerap keringat, tidak perlu mahal. Lebih bagus kalau beli yang ukurannya sedikit di atas umur bayi supaya bisa dipakai agak lama. Toh mereka juga tidak akan protes dan menangis bila pakaiannya tidak branded dan kekinian. Bagi mereka, ‘baju’ yang paling nyaman adalah dekapan ibunya sendiri.

3. Jangan sungkan untuk meminjam pakaian dan perlengkapan bayi yang sudah tidak digunakan

Pinjam pakaian bayi untuk berhemat

Pinjam pakaian bayi untuk berhemat

Kebetulan Mrs. Rafael’s little lady punya sepupu perempuan yang sudah agak besar (balita). Maka jadilah saya meminjam banyak sekali baju yang masih bagus-bagus yang cuma bisa dipakai beberapa kali karena sudah tidak muat lagi. Perlengkapan bayi seperti perlak, bedong, alas ompol, slabber, stroller, dan booster seat punya si little lady juga hasil meminjam. Sebenarnya perlengkapan tersebut juga cuma bertahan sebentar manfaatnya bagi bayi. Bedong misalnya, yang cuma digunakan sebulan karena si little lady yang keburu ingin bebas (indikatornya dari tangan yang selalu keluar dari bedongan juga kaki yang mulai aktif digerak-gerakkan sehingga bedong selalu terlepas). Kalau dari pengalaman sepupunya, perlak sudah tidak digunakan ketika sudah bisa jalan (sekitar usia satu tahun) karena untuk ganti popok, menggunakan sabun saat mandi dia lebih suka dilakukan sambil berdiri. Stroller juga tidak digunakan lagi setelah dia bisa jalan karena dia tidak mau naik, maunya malah mendorong strollernya. Kalau booster seat walaupun sudah meminjam, saya membeli lagi yang memiliki meja sehingga little lady bisa belajar makan sendiri. Intinya, pinjamlah yang bisa dipinjam terutama yang punya daya pakai singkat, tentunya dengan catatan yang bersangkutan mau meminjamkan.

Berdasarkan pengalaman, cara ini sebetulnya menguntungkan pihak yang meminjam dan yang meminjamkan. Bagi yang meminjam sudah pasti menghemat pengeluaran, sedangkan bagi yang meminjamkan ini sangat lumayan untuk mengurangi tumpukan barang di rumah. Monggo dicoba moms, nothing to lose.

4. Beli mainan bayi secukupnya

Beli mainan bayi secukupnya

Beli mainan bayi secukupnya

Setiap orang tua pasti ingin anaknya mendapatkan yang terbaik, termasuk saya. Salah satu caranya yakni dengan memberikan mainan edukatif sejak dini yang dinilai bisa melatih kemampuan bayi, misalnya motorik kasar, motorik halus, visual dan sebagainya. Dengan alasan ini, orang tua tentu ingin membelikan berbagai macam mainan edukatif bagi anaknya, termasuk saya.

Pengalaman saya cukup menarik mengenai ini. Si little lady sudah berusia 10 bulan. Saat ia memegang mainannya ia terlihat senang, kadang senyum sendiri sambil mengoceh pada mainannya. Namun, saat bermain dengan saya dan Mr. Rafael ia terlihat jauh lebih senang. Ia tertawa ngakak, memekik, menjerit, bahkan melompat. Saya sendiri heran, sebegitu lucukah saya hingga dia kegirangan seperti itu. Padahal yang saya lakukan hanya membuat cilukba, menyayi, bersembunyi di bawah selimut, kadang menggelitiki dia.

Dari sini saya belajar bahwa memang penting menstimulasi anak dengan mainan, namun yang tidak kalah penting adalah waktu untuk bermain bersama anak. Dalam pengalaman saya, mainan termasuk gadget bukanlah barang pengganti atas waktu yang diberikan orang tua. Mainan semenarik apapun tidak bisa menggantikan kegembiraan anak saat bermain dengan orang tuanya. Ada lagi yang menarik. Dia kadang lebih tertarik dengan barang yang saya pegang daripada mainannya. Saat saya megang sendok, dia ingin pegang juga. Bahkan botol saos, plastik, centong, ember, toples. Apa saja deh. Kalau sudah begitu asal barang tersebut aman, saya berikan sambil menjelaskan nama barang dan fungsinya. Bagian yang paling saya suka adalah melihat wajahnya yang langsung serius mengobservasi :D. Saya juga berikan dia piring, mangkok dan gelas plastik yang warna-warni agar selain untuk makan juga bisa sekalian digunakan untuk bermain mengenal warna. Bahkan centong untuk masak sehari-hari juga beli yang warna-warni agar bisa si little lady bisa memainkannya. Disini saya juga belajar bahwa benda apa saja bahkan yang bagi kita tidak menarik bisa menjadi mainan yang menarik bagi anak.

5. Menyusui

Menyusui adalah pengalaman yang paling luar biasa sebagai seorang ibu

Menyusui adalah pengalaman yang paling luar biasa sebagai seorang ibu

Hampir semua ibu yang memiliki bayi memproduksi sumber makanan pertama bayi yang sudah tidak diragukan lagi manfaatnya. Menurut situs parenting.co.id beberapa manfaat ASI antara lain

  • Merupakan nutrisi paling sempurna karena komposisi zat-zat gizinya lengkap dan seimbang.
  • Mengandung zat kekebalan yang membantu meningkatkan daya tahan tubuhnya. Pemberian ASI akan menyelamatkan nyawa bayi Anda dari bahaya diare dan infeksi saluran napas akut lho!
  • ASI itu steril.
  • Tersedia setiap saat, sehingga sangat praktis dan ekonomis.
  • Pemberian ASI akan mempererat ikatan emosional antara anak dengan Anda, sehingga sangat positif dampaknya bagi perkembangan psikologisnya.
  • Penelitian juga membuktikan, bayi-bayi yang memperoleh ASI umumnya terhindar dari risiko obesitas (saat ini, seluruh dunia sangat prihatin terhadap tingginya angka obesitas pada anak; apalagi obesitas terkait dengan berbagai bentuk penyakit pada usia lebih dini).

Eits, ada juga manfaatnya bagi mommies, diantaranya:

  • Memberi kepuasan batin, ketenangan, serta kebahagiaan emosional.
  • Mempercepat kontraksi rahim, sehingga dalam waktu singkat rahim kembali ke ukuran normal. Seperti saat Anda belum hamil lho! Ini menyebabkan menurunnya risiko perdarahan rahim di masa nifas.

Potensi yang saya miliki ini tentu saja tidak saya sia-siakan. Saya bertekad mengusahakan apapun demi little lady mendapatkan ASI eksklusif. Apakah semua manfaat ini nyata? Berdasarkan pengalaman saya jawabannya adalah tentu sajaaaa. ASI menjadi bukti nyata bagi Mrs. Rafael bahwa yang gratisan belum tentu murahan. Yang paling mahal belum tentu yang terbaik. Saya bersyukur sekali masih bisa menyusui hingga sekarang dan berharap bisa melanjutkan hingga dua tahun. Dari manfaat yang saya dapatkan, saya sangat percaya diri untuk merekomendasikan pada mommies kece sekalian untuk semangat, selalu semangat, dan tetap semangat memberikan ASI eksklusif. ASI itu ibaratnya punya manfaat bintang lima tapi harga enggak kaki lima karena gratis. Hehe.

Mungkin ada yang bertanya-tanya ‘duh Mrs. Rafael pelit yah, masa buat anak sampe bela-belain ngirit gitu. Gak pengen anaknya dapet yang terbaik apa ya? Terus kalau semua dihemat, uangnya untuk apa?’ Mau tau? Simak artikel berikut ini:

5 Hal Yang Tidak Boleh Lewat dari Pengeluaran Bulanan

Atau ingin lebih hemat dari biasanya? baca artikel ini supaya tidak kehilangan ratusan juta sebelum terlambat.

Tahukah Kamu? 4 Kebiasaan ini Bisa Menghilangkan Ratusan Juta Penghasilanmu


Author Image

About Mrs. Rafael Uhemat

Mrs. Rafael adalah istri dari Mr. Rafael. Seorang ibu rumah tangga yang ingin menerapkan pengelolaan keuangan yang baik bagi rumah tangganya. Dia dan suaminya berharap dapat menanamkan prinsip-prinsip pengelolaan keuangan pribadi yang baik ke pada anak-anaknya dan menginspirasi keluarga-keluarga lainnya tentang hal yang sama.


Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

One thought on “Yuk Ibu-Ibu Kece, Ikuti 5 Tips ini untuk Menghemat Pengeluaran Rumah Tangga saat Punya Bayi