5 Pengeluaran yang Wajib Ada Setiap Bulan – Ala Mrs. Rafael Uhemat 4


Pengeluaran wajib dan tidak bisa ditawar

Pengeluaran wajib dan tidak bisa ditawar – credit https://www.flickr.com/photos/49889874@N05/

Ceritanya lg rekap pengeluaran minggu ini : Belanja bulanan 1.5 juta. Bedak udah mau abis, beli ah 200ribu. Kemarin jalan ke mall liat ada sepatu lucu, tergoda deh 200 ribu. Iseng-iseng liat baju yg matching, sayang kalo gak dibeli 150ribu. Pas di rumah ternyata gak matching, kayak tante-tante, nengok medsos ada yang lebih cocok, transfer 220ribu. Wah udah lama nih gak makan sushi, ngidaamm 200 ribu. Dalam seminggu hampir 1 juta!

Dan seterusnya. Kamu pernah kaya gini juga? Wah kalau yang kayak gini berlanjut sampai akhir bulan kebayang berapa pengeluaran untuk sebulan. Dulu waktu belum berkeluarga ini yang sering terjadi sama Mrs. Rafael. Banyak keinginan dipaksa jadi kebutuhan. Hasilnya? Sudah pasti kacau. Drama seperti ini bisa terjadi tiap bulan karena saya belum bisa membedakan kebutuhan dan keinginan yang berkamuflase jadi kebutuhan. Setelah menikah saya mulai belajar mengelola keuangan dengan benar dan mencukupkan dengan apa yang ada (penghasilan keluarga tembus 1,5 juta perbulan, kami kos di Kota Bandung). Dari proses belajar, saya memilih kelima hal ini untuk jadi kebutuhan dan prioritas dalam pengeluaran kami.

1. Kesehatan

Semua orang pasti ingin sehat. Namun, apalah kita hanya manusia biasa. Pasti ada saat dimana kesehatan kita terganggu. Dan ada saatnya pula manakala ilmu medis yang kita miliki kurang mumpuni sehingga butuh bantuan dokter. Kalau penyakitnya ringan mungkin masih tercover dengan dana yang dimiliki. Bukannya mengharapkan, tapi bagaimana bila yang terjadi diluar keinginan dan kemampuan finansial kita? Dan lagi ini datangnya tidak bisa diduga dan direncakanan. Akan sangat mengerikan bila kita butuh biaya 20 juta untuk pengobatan tapi kita cuma punya 2 juta. Tapi, ini bisa diantisipasi dengan rutin menyisihkan dana setiap bulan khusus untuk biaya kesehatan. Jadi bila kesiapan kita diuji sewaktu-waktu, kita sudah bisa menjalaninya dengan lebih baik. Oh ya, lebih baik bila memiliki asuransi dan BPJS kesehatan.  Saat ini Mr. dan Mrs. Rafael sedang dalam pencarian merk asuransi yang terbaik.

2. Pendidikan

Yang satu ini menjadi hal wajib bagi para orang tua yang sudah memiliki anak. Mrs. Rafael menganggap pendidikan anak itu sangat penting. Mengapa? Toh seorang lulusan SMP bisa jadi menteri atau seorang mahasiswa drop out yang bisa jadi miliarder. Tapi tunggu, apa semua lulusan SMP bisa jadi menteri yang berkualitas? Berapa presentasenya? Atau, mahasiswa tersebut drop out dari universitas apa? Harvard, yang notabene adalah salah satu universitas terbaik dunia. Hanya orang-orang terbaik yang bisa masuk kesana. Dia di-drop out tapi menciptakan sesuatu yang brilian dan memilih untuk fokus kesana, bukan drop out karena kebanyakan nongkrong. Nasib dan rejeki seseorang memang kita tidak pernah tahu. Tapi setidaknya nasib dan rejeki bisa diperjuangkan. Untuk itulah, anak perlu dibekali dengan pendidikan agar kelak dia bisa memperjuangkan hal tersebut, terlebih ketika orang tua sudah tidak mendampingi dia lagi. Jika seseorang memiliki kemampuan dan pendidikan yang mumpuni, dia akan cenderung lebih percaya diri dan memiliki kesempatan lebih besar untuk bersaing. Lingkungan pendidikan yang baik dan positif juga dapat mempengaruhi karakter anak tersebut. Pendidikan yang baik, sekolah yang bagus memang relatif mahal. Tapi itu semua akan terbayar bila pada saatnya nanti dia bisa mandiri dan tidak menjadi beban orang tuanya yang sudah pensiun. Sejak sekarang, Mrs. Rafael sudah menyisihkan dana yang diinvestasikan untuk bekal pendidikan anak-anak nanti.

3. Investasi (artikel lanjutan-perbedaan investasi dengan menabung)

Di suatu malam yang dingin, Mr. dan Mrs. Rafael menghitung-hitung potensi keuangan keluarga dan memprediksi pengeluaran-pengeluaran besar di masa depan. Beberapa diantaranya rumah, kendaraan, pendidikan anak-anak. Jika mengandalkan uang yang ditabung di bank kami ragu-ragu apa mungkin bisa semua pengeluaran tersebut bisa tercover. Bunga bank ibarat setitik hujan di padang pasir bila dibandingkan dengan laju inflasi tiap tahun dan biaya admin bank. Mau KPR untuk beli rumah (yang kata banyak orang merupakan investasi terbaik) tapi keder juga lihat proyeksi cicilan tiap bulan selama 20 tahun dan juga melihat rumah bukanlah sebuah investasi yang mudah dicairkan. Akhirnya kami memutuskan jalan yang paling memungkinkan adalah investasi yang nilainya lebih kecil dan mudah dicairkan yaitu reksadana. Kami memilih instrumen investasi yang tidak memerlukan modal yang terlalu besar tapi timbal baliknya bisa lebih besar dari inflasi. Tapiii, investasi apapun bukan sulap ya. Tidak ada namanya kita menaruh uang begitu saja lalu ditinggal tidur siang lalu besok berharap sudah jadi jutawan. Investasi dalam bentuk apapun pasti memiliki resikonya masing-masing. Prinsip utamanya adalah semakin besar keuntungan yang diharapkan, semakin besar resikonya. Tidak ada juga usaha yang selalu terus-menerus berhasil dan memberikan keuntungan. Harus ada strategi yang tepat, dilakukan dengan rutin dan disiplin untuk bisa mendapat keuntungan dan meminimalisir risiko. Sekilas saja, selain rumah dan reksadana beberapa instrumen investasi ada deposito, saham, obligasi, dana pensiun, dan lain-lain. Semuanya legal dan diawasi OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Jenis investasi tradisional lainnya yang lebih mudah dicairkan dibanding rumah adalah emas batangan.

4. Makanan sehat

Makan makanan sehat merupakan salah satu cara untuk menjaga kesehatan tubuh dan kesehatan kantong (bila masak sendiri). Kalau jajan kita tahunya asal enak tapi tidak tahu bahan yang digunakan segar atau tidak, kadar gulgar (gula garam) dan MSG yang digunakan, kebersihan peralatan dan cara pengolahan dsb. Memang efeknya tidak terasa saat makan, tapi bila jadi kebiasaan bisa membawa efek buruk juga. Penyakit seperti kanker, diabetes, kolesterol salah satu pemicunya adalah makanan lho. Cara meminimalisirnya adalah dengan dengan memasak makanan sehat sendiri. Kita bisa memilih bahan makanan yang akan digunakan, cara memasak yang tepat hingga penggunaan peralatan masak yang bersih. Dengan cara ini kita juga bisa menghindari penyakit-penyakit akibat jajan di luar seperti tipus, hepatitis B, diare dan kanker (kantong kering). Yang paling mantap tiap hari bisa dapat testimoni dari suami yang bilang “Makasih istriku, masakannya enak <3.”

5. Sedekah/tips

Terlalu berfokus pada materi juga kurang baik karena kita akan selalu merasa tidak cukup dan selalu merasa terancam, takut bila kekayaan yang dimiliki hilang. Memberi sesuatu untuk orang lain sebenarnya untuk kesehatan jiwa. Selain menyehatkan jasmani dengan materi yang dimiliki, saya dan Mr. Rafael merasa perlu juga untuk membuat jiwa sehat sehingga tercipta keseimbangan. Ada semacam perasaan tenang dan nyaman yang tidak bisa didapat dengan membeli namun dengan memberi. Memberi kelebihan uang kembalian pada taksi yang kita naiki tidak akan menguras tabungan kita. Yang menguras justru gaya hidup konsumtif.

Jadi, hemat bukan berarti pelit. Hemat berarti menetapkan prioritas pengeluaran dengan tepat. Ayo mulai belajar hidup hemat ya 🙂. Suka dengan tulisan saya? Share atau like saja ya.


Author Image

About Mrs. Rafael Uhemat

Mrs. Rafael adalah istri dari Mr. Rafael. Seorang ibu rumah tangga yang ingin menerapkan pengelolaan keuangan yang baik bagi rumah tangganya. Dia dan suaminya berharap dapat menanamkan prinsip-prinsip pengelolaan keuangan pribadi yang baik ke pada anak-anaknya dan menginspirasi keluarga-keluarga lainnya tentang hal yang sama.


Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 thoughts on “5 Pengeluaran yang Wajib Ada Setiap Bulan – Ala Mrs. Rafael Uhemat