Kebelet Kawin vs Realita Perekonomian Rumah Tangga


Realita perekonomian rumah tangga

Realita perekonomian rumah tangga – credit https://www.flickr.com/photos/erix/

Tidak bisa dipungkiri, godaan jaman sekarang memang aduhai besarnya. Lihat timeline sosmed selalu aja ada foto prewed yang dramatis, honeymoon di pinggir pantai, sampai fancy dinner yang bikin iri. Belum kalo liat resepsi romantis yang bikin kepala kita langsung diisi oleh satu impian besar: AKU JUGA PENGEN KAWIN. Menikah memang enak kok dan hal-hal baik di atas bisa saja kita alami, tapi dibalik itu ada realita yang mungkin nggak kelihatan di foto-foto syantik tersebut yaitu tentang naik turunnya ekonomi rumah tangga. Masalah ekonomi dalam rumah tangga sepertinya nggak banyak dibahas entah kenapa. Padahal ini krusial sekali, salah manage keuangan bisa mengakibatkan pertengkaran suami istri yang terus-menerus. Nah, ini biasanya akan mengakibatkan masalah lanjutan seperti suami yang jadi gak betah di rumah, istri yang merasa tidak puas sampai anak yang stres karena orang tuanya terus bertengkar. Belum lagi masalah utang. Yes, this is the ugly truth. Makanya, penting juga mengetahui situasi keuangan yang sebenarnya setelah menikah. Berikut pengalaman Mr. dan Mrs. Rafael

 

Realita no 1: Saat berumah tangga pengeluaran akan jauh lebih besar ketimbang saat masih single

Pengeluaran setelah menikah akan lebih besar

Pengeluaran keuangan keluarga setelah menikah akan lebih besar – credit https://www.flickr.com/photos/rightee/

Apalagi ketika sudah punya anak. Uang bisa saja seperti kran bocor yang terus mengalir. Dan ini habisnya bukan untuk kita shopping melainkan untuk beli kebutuhan anak dan operasional rumah tangga seperti belanja bulanan, listrik, cicilan motor, belum kalau ada yang sakit. Hmm.. puyeng gak tuh. Untuk itu diperlukan perencanaan anggaran yang dapat membantu pengelolaan keuangan keluargamu lebih terarah dan tidak sia-sia (5 Pengeluaran yang wajib ada setiap bulan).

 

Realita no 2: Punya pasangan yang bisa manage keuangan is a MUST

Menikah berarti juga mengelola uang bersama

Menikah berarti juga mengelola uang bersama – credit https://www.flickr.com/photos/promiseproduction/

Istri: Bang, kok abang ga pernah beliin neng kado lagi sih kayak pacaran dulu?

Suami: Emangnya ada nelayan yang ngasih umpan ke ikan yang udah ditangkep?

Istri: *ngemilin bawang merah

 

Kamu punya pacar yang suka traktir, dikit-dikit beliin kado, dikit-dikit bayarin belanja mama kamu? Kalo iya kamu harusnya waspada, bukannya terlena. Kalo dia pengusaha ato artis yang kuota duitnya unlimited mungkin wajar. Lha kalo cuma mahasiswa biasa yang masih terima uang saku, ato karyawan biasa kamu perlu cari tahu itu karena dia beneran sayang ato cuma mau lempar umpan. Kalo cuma mau lempar umpan ini bahaya, dia berarti gak pikir panjang dalam mengatur keuangan. Sementara kamu tahu setelah menikah kebutuhan akan semakin banyak dan apabila mengeluarkan uang hanya dengan didorong insting untuk mendapatkan apa yang dia mau dan BUKAN berdasarkan prioritas yang sebenarnya, bisa terbayang kondisi keuangan rumah tangga kalian kelak? Para wanita juga kadang mengidentikkan rasa sayang dengan barang. Kalo gak traktir aku berarti gak sayang, kalo gak bayarin aku sedot lemak berarti gak sayang, kalo gak beliin bunga berarti gak cinta (jawab aja iya neng ntar abang beliin karangan bunga sekalian). Intinya, fokuskan hubungan bukan pada barang yang diberikan ya, melainkan pada sifat-sifat pasangan kalian supaya lebih bahagia.

 

Realita no 3: Kamu akan lebih banyak berkorban

Dalam pernikahan butuh pengorbanan

Dalam pernikahan butuh pengorbanan – credit https://www.flickr.com/photos/simonnpowell/

Pernah lihat film kartun Up? Disitu ada cerita sepasang suami istri sederhana. Istrinya pengen banget ke suatu tempat di Amerika Selatan. Suaminya juga pengen mewujudkan itu. Mereka mulai ngumpulin uang sedikit demi sedikit. Setelah terkumpul, ban mobil mereka bocor. Tabungannya buat benerin ban. Terus mereka ngumpulin duit lagi. Udah terkumpul juga, eh rumah ketimpa pohon pas badai. Jadilah duitnya buat benerin rumah. Gitu terus sampai mereka tua.  Akhirnya mimpi itupun gak pernah terwujud sampai sang istri meninggal. Hiks.

 

Dunia pernikahan yang asli juga ada yang seperti itu. Pengen beli tas, pengen makan di cafe, pengen liburan ke Kenya bisa susah tercapai. Gimana nggak, udah ngumpulin uang buat liburan eh atap bocor. Duitnya buat benerin atap. Udah kekumpul lagi, tiba-tiba suami harus keluar dari kerjaan. Tabungannya jadi buat biaya hidup sampai suami dapat kerja lagi. Namanya berkorban pasti gak enak. Tapi ya itulah seninya menikah. Semakin banyak berkorban untuk kebahagiaan pasangan dan keluarga maka akan semakin greget.

 

Realita no 4: Pengorbanan kamu niscaya terbayar

Semua pengorbanan pernikahan pasti akan berakhir bahagia

Semua pengorbanan pernikahan pasti akan berakhir bahagia – credit https://www.flickr.com/photos/simonnpowell/

Ada kisah nyata sebuah keluarga sederhana. Suami bekerja sebagai PNS biasa dan mereka punya 8 anak. Sang istri dari anak-anak masih kecil selalu rela makan sedikit dan sederhana biar kedelapan anaknya bisa makan dan sekolah. Sang istri juga tidak pernah menuntut yang aneh-aneh, apalagi minta liburan ke Maldives. Beliau selalu mencukupkan semua bahkan juga membantu dengan berjualan makanan. Suami bekerja dengan jujur dan gak neko-neko sampai pensiun. Bahkan setelah pensiun masih harus bekerja dan berhemat karena ada anak mereka yang belum lulus kuliah dan masih harus membantu biaya pernikahan masing-masing anak. Mereka menikah di usia sekitar 25. Berarti sampai pensiun ada 30 tahun. Dan sepanjang 30 tahun bahkan lebih itulah mereka harus mengorbankan banyak sekali kesenangan pribadi dan hidup sederhana. Pengorbanan mereka menghasilkan delapan orang anak yang sukses, jujur dan setia pada pasangannya masing-masing. Suami istri ini bahkan diajak berkeliling dunia oleh anaknya dan anak-anak yang lain juga selalu berusaha membahagiakan orang tua mereka.

Jadi itulah sekilas realita yang ada di rumah tangga. Pikirkan dengan matang ya perencanaan keuangan kalian agar bisa menghadapi berbagai permasalahan ekonomi dalam rumah tangga kelak. Selamat berbahagia.


Author Image

About Mrs. Rafael Uhemat

Mrs. Rafael adalah istri dari Mr. Rafael. Seorang ibu rumah tangga yang ingin menerapkan pengelolaan keuangan yang baik bagi rumah tangganya. Dia dan suaminya berharap dapat menanamkan prinsip-prinsip pengelolaan keuangan pribadi yang baik ke pada anak-anaknya dan menginspirasi keluarga-keluarga lainnya tentang hal yang sama.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *