Investasi dan Menabung : (Tampak) Serupa Tapi Tak Sama 2


Nilai uang semakin turun seiring dengan berjalannya waktu. Untuk itu teruslah menabung dan berinvestasi

Nilai uang semakin turun seiring dengan berjalannya waktu. Untuk itu teruslah menabung dan berinvestasi – credit TaxRebate.org.uk

Bayangkan sebuah celengan ayam di rumah. Tiap bulan kita memasukkan uang 100.000 rupiah ke dalamnya tanpa mengambilnya sama sekali. Ini disebut dengan menabung. Setahun kemudian uang yang ada dalam celengan berjumlah Rp 1.200.000. Intinya uang yang akan didapatkan kelak akan sama jumlahnya dengan uang yang kita sisihkan.

Bagaimana dengan menabung di bank? Saat menabung di bank memang benar kita mendapatkan bunga kira-kira sebesar 1-2 persen pertahun. Tapi masih harus dikurangi biaya administrasi tiap bulan kira-kira sebesar 7.500 hingga 20.000 perbulan. Dengan uang sebesar 1.200.000, uang kita malah berkurang jika ditaruh di bank. :D. Tetapi keuntungannya kita bisa mudah menikmati fasilitas bank seperti transfer, internet banking, ATM, dan kita tidak perlu menyimpan terlalu banyak uang tunai.

Bayangkan lagi uang sejumlah Rp 100.000 kita investasikan per bulan dengan jangka waktu setahun juga dalam bentuk reksadana. Karena waktu setahun termasuk jangka pendek, maka jenis reksadana yang digunakan adalah reksadana pasar uang (reksadana ada beberapa jenis, tergantung jangka waktunya dan besarnya resiko). Return atau pengembalian terkecil reksadana sekitar 8 persen per tahun. Maka setahun kemudian uang yang akan kita dapat sebesar Rp 1.296.000.

Jadi, investasi dan menabung sama atau tidak? Betul, jawabannya TIDAK SAMA. Wah lalu di mana saja letak perbedaannya? Simak dulu ya.

1. Pengertian investasi dan menabung

Investasi itu bagai memiliki pohon uang yang tumbuh

Investasi itu bagai memiliki pohon uang yang tumbuh – credit TaxRebate.org.uk

Investasi: investasi intinya menyisihkan sejumlah uang atau modal dengan harapan akan mendapatkan keuntungan di kemudian hari

Menabung: menyimpan uang. Ada lagu anak yang menurut saya agak kurang tepat. Disitu penyanyinya bilang “tang ting tung hei jangan dihitung.. tau-tau kita nanti dapat untung” Kalau untuk sekarang, lagu ini kurang relevan karena bunga bank tidak bisa mengejar inflasi dan masih ada potongan biaya administrasi seperti yang disebutkan di atas. Kita akan susah dapat untung dari menabung saja.

Jadi kalau kita ingin dapat keuntungan dari uang yang kita sisihkan tapi dengan cara menabung kira-kira tujuan kita tercapai nggak? Hmm..

2. Jenis-jenis investasi dan tabungan

Menabung harus diiringi dengan berinvestasi agar pertumbuhan uangmu maksimal

Menabung harus diiringi dengan berinvestasi agar pertumbuhan uangmu maksimal – credit TaxRebate.org.uk

Investasi: ada emas, deposito, saham, reksadana, obligasi, asuransi, dana pensiun, properti dan tanah dan masih banyak lagi. Yang paling populer sepertinya emas, deposito dan properti. Sedangkan yang lain kurang familiar. Kenapa? Mrs. Rafael juga belum melakukan penelitian ilmiah. Tapi berdasarkan tanya jawab dengan beberapa orang, jenis investasi yang lain kurang populer di kalangan awam karena ada yang memang belum mengenal/terbiasa. Orang-orang tersebut lebih mengikuti cara berinvestasi yang sudah dilakukan secara turun temurun oleh orang tuanya dengan alasan lebih aman dan sudah tahu seluk beluknya. Ada juga orang yang “curiga” dengan investasi karena pernah berinvestasi namun karena kurang pengalaman dan pengetahuan akhirnya uangnya amblas. Makanya kalau mendengar kata investasi saja sudah malas. Ada juga yang takut rugi dan takut susah. Tapi ini juga karena belum mengenal saja.  

Menabung: tabungan pendidikan, tabungan pensiun, dan jenis tabungan lainnya.

3. Risiko investasi dan menabung

Rumah merupakan salah satu jenis investasi

Rumah merupakan salah satu jenis investasi – credit TaxRebate.org.uk

Investasi: Salah satunya adalah tidak mendapatkan keuntungan yang diharapkan atau bisa juga mengalami kerugian. Dalam investasi berlaku prinsip high risk high gain, low risk low gain. Maksudnya bila ingin mendapatkan keuntungan yang besar maka kita dihadapkan pada risiko yang besar dan sebaliknya.

Jadi semisal A memiliki uang 400 juta. Kemudian dia berinvestasi dengan membeli rumah. Dua tahun kemudian perkiraan harga rumah tersebut naik jadi 650 juta, maka keuntungan yang akan dia dapat adalah sebesar 250 juta. Sedangkan si B memiliki uang 400 juta juga. Ia ingin menginvestasikannya juga dalam bentuk deposito selama dua tahun. Asumsi bunga deposito setahun adalah 6 persen. Maka jumlah keuntungan yang ia dapat adalah sebesar hampir 50 juta.

Perbedaan risiko investasi antara si A dan B adalah A menginvestasikan uangnya pada rumah. Keuntungan yang ia dapat lebih besar dari deposito (high gain), namun ia menanggung risiko yang lebih besar juga yakni jika rumah tidak laku dan kemudian rusak atau terkena bencana alam ia berpotensi menanggung kerugian yang cukup besar. Itu belum termasuk biaya notaris saat melakukan perjanjian jual beli dan pajak (high risk). Ditambah lagi biaya perawatan atau renovasi rumah jika ingin dijual. Sementara si B menerima keuntungan yang lebih sedikit dibandingkan A (low gain) namun dia menanggung risiko yang lebih sedikit pula yakni bunga deposito yang turun dari perkiraan semula atau bisa juga bank tersebut dilikuidasi, namun dana milik B masih ditanggung oleh LPS (low risk).

Risiko investasi bisa diminimalisir dengan strategi investasi yang baik. Kebanyakan orang menggolongkan investasi dalam bentuk rumah adalah investasi dengan resiko yang rendah, tetapi Mr. & Mrs. Rafael memandang rumah adalah investasi yang cukup beresiko mengingat harga rumah yang sudah selangit dan daya beli masyarakat yang rendah dapat menyebabkan rumah sulit untuk dijual kembali.

Menabung: risiko dari menabung adalah tidak dapat mengejar inflasi. Inflasi adalah kenaikan harga barang secara terus menerus. Misalnya tahun ini harga beras perkilo adalah 10.000, tahun depan naik jadi 10.500, tahun depannya lagi naik jadi 11.000. Ini adalah inflasi. Kalau tahun ini dengan uang 10.00 kita bisa membeli beras sebanyak 1 kg, tahun depan sudah tidak bisa lagi karena harganya naik. Nilai uang kita akan menurun karena harga-harga yang semakin tinggi. Untuk mengejar selisih harga inilah uang harus ‘diputar’ agar berkembang jumlahnya. Sementara jika menabung jumlah uang tidak akan bertambah (lihat lagi ilustrasi celengan ayam tadi)

Jadi, investasi dan menabung memiliki risiko sendiri-sendiri, tinggal kita mau memilih yang mana.

4. Kelebihan investasi dan menabung

Berinvestasi dan menabung adalah kegiatan yang baik dan saling berkaitan untuk membantumu sekamin makmur

Berinvestasi dan menabung adalah kegiatan yang baik dan saling berkaitan untuk membantumu semakin makmur – www.tradingacademy.com

Investasi: dalam ilustrasi tentang celengan ayam dan investasi di atas, terlihat bahwa investasi memberikan keuntungan lebih dibandingkan dengan menabung. Tapi yang perlu diingat, keuntungan ini tidak datang begitu saja. Kita tentu saja harus meluangkan waktu untuk banyak membaca dan mempelajari cara berinvestasi yang aman serta mempraktikkannya. Kita juga harus berpikiran terbuka, siap dengan segala kemungkinan. Ada kisah sukses dari investasi yang patut dicontoh yakni Warren Buffett. Dia merupakan salah satu orang terkaya di dunia dan investor yang handal. Buffett sudah mulai berinvestasi dari umur 11 tahun. 

Menabung: Menabung diperuntukkan bagi yang ingin punya dana di masa depan dan untuk jangka pendek. Misalnya jika kamu berencana untuk liburan ke luar negeri, maka kamu hanya perlu menghitung berapa biaya yang diperlukan dan menghitung berapa yang perlu ditabung setiap bulannya.

Akhir kata menabung dan investasi sebenarnya adalah kegiatan yang saling berkaitan. Kamu dapat memulai dengan menabung kemudian melanjutkannya dengan berinvestasi untuk melihat uangmu tumbuh layaknya pohon uang. Pohon uang akan tumbuh dengan baik jika kamu melakukan investasi dengan benar dan hati-hati.

Baca juga 21 Rahasia Para Milyader yang Bisa Kamu Pelajari Agar Tambah Kaya dan Bahagia.


Author Image

About Mrs. Rafael Uhemat

Mrs. Rafael adalah istri dari Mr. Rafael. Seorang ibu rumah tangga yang ingin menerapkan pengelolaan keuangan yang baik bagi rumah tangganya. Dia dan suaminya berharap dapat menanamkan prinsip-prinsip pengelolaan keuangan pribadi yang baik ke pada anak-anaknya dan menginspirasi keluarga-keluarga lainnya tentang hal yang sama.


Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 thoughts on “Investasi dan Menabung : (Tampak) Serupa Tapi Tak Sama

  • Author Image
    Arya

    Selamat Siang, salam sukses untuk anda.
    Perkenalkan nama saya Arya sebagai Business Development dari ForexMart.
    Saya melihat blog anda sangat informatif dan menarik. Oleh karena itu saya ingin mendiskusikan mengenai partnership afiliasi dari ForexMart yang dapat memudahkan anda untuk mendapatkan $10 dari setiap lot pasar standar yang digunakan oleh setiap referral/calon client yang nanti anda dapatkan.
    Untuk info lebih lanjut, silahkan menghubungi saya di email arya@forexmart.com. Terima kasih.