5 Hal Wajib Untuk Anak yang Tidak Dapat Digantikan Oleh Uang dan Barang


Memberi uang dan barang adalah hal lumrah yang dilakukan orang tua kepada anaknya. Malah sudah merupakan kewajiban orang tua untuk memenuhi semua kebutuhan anak. Orang tua juga pasti akan bahagia melihat sang anak senang dengan apa yang kita beri.

Namun kadang materi menjadi semacam “penukar” atas apa yang kita inginkan. Kita tidak ingin direpotkan anak, maka kita menyewa pengasuh padahal sebenarnya kita punya waktu luang. Kita ingin anak tidak mengganggu kesibukan kita, maka kita memberikan apa saja yang anak inginkan. Terkadang juga karena kita terlalu sayang pada anak hingga memberikan semua yang dia mau alias memanjakan anak. Yang perlu diketahui, terlalu memanjakan anak tidak akan memberi keuntungan apapun baik pada kita maupun pada anak.

Sebenarnya ada beberapa hal yang lebih baik kita berikan pada anak yang tidak bisa digantikan dengan materi seperti beberapa hal di bawah ini.

1. Waktu

Waktu untuk anak tidak tergantikan dengan materi

Waktu untuk anak tidak tergantikan dengan materi

Saat kita sangat menyayangi seseorang dan sangat membutuhkan dia, apa yang kita harapkan dari dia? Waktu. Kita cenderung posesif dan selalu ingin dia ada di dekat kita (yang pernah pacaran biasanya pernah merasakan ini, syukur kalau masih dirasakan hingga menikah). Kalau kita meminta mereka meluangkan waktu untuk kita tapi mereka tidak bersedia memberikannya, kita pasti akan kecewa dan marah. Jika mereka memberikan uang atau barang yang kita inginkan untuk mengobati kekecewaan kita apakah rasa kecewa itu akan sepenuhnya hilang? Mungkin, tapi hanya sesaat karena kita tahu yang kita butuhkan sebenarnya adalah waktu bersama mereka. Demikian pula dengan apa yang dirasakan anak-anak terhadap kita.

Terkadang kita sibuk atau mencari kesibukan karena tidak betah di rumah lalu memaksa anak memahami kita. Jika mereka protes, kita memberi mereka barang agar mereka kembali anteng dan penurut. Kalau kita sendiri merasa sakit hati diperlakukan begitu, bagaimana perasaan anak-anak kita yang masih kecil dan butuh lebih banyak perhatian? Memberi barang dan uang tapi tidak memberi waktu kita bagi anak-anak hanya akan menyakiti mereka.

2. Perhatian

Berikan perhatian sepenuhnya untuk anak

Berikan perhatian sepenuhnya untuk anak

Memberi waktu saja ternyata tidak cukup. Banyak juga yang meluangkan waktu bagi anak-anak tapi tidak memberi perhatian penuh. Contohnya ketika orang tua meluangkan waktu di akhir pekan untuk jalan-jalan bersama anak-anak tapi sibuk menatap layar smartphone atau gadget lain padahal wajah anaknya cuma berjarak beberapa senti.

Kebahagiaan anak itu sebenarnya sederhana, bisa dekat dan diperhatikan orang tuanya. Merasakan pelukan dan tertawa bersama orang terdekatnya. Kebahagiaan ini malah tidak ternilai dengan uang dan barang semahal apapun. Tidak sedikit orang yang punya segala materi tapi depresi karena merasa sendiri dan kesepian. Apa kita mau melakukannya pada anak-anak kita?

3. Makanan sehat

Makanan sehat membantu tumbuh kembang anak

Makanan sehat membantu tumbuh kembang anak

Kesehatan sangat dipengaruhi oleh makanan yang kita konsumsi. Kita memang bisa memberi uang pada anak untuk jajan apa yang dia mau. Tapi tentu kita dihadapkan pada risiko anak-anak membeli makanan yang kurang sehat. Tidak sedikit berita tentang bagaimana curangnya para pedagang makanan pinggir jalan dalam mengolah makanan yang dijual. Mulai dari bahan baku yang tidak bagus, mengabaikan kebersihan, sampai penggunaan formalin dan bahan pewarna pakaian.

Dulu karena sempat jadi anak kos, salah satu teman saya pernah terkena hepatitis A karena suka jajan sembarangan. Saya sendiri masih mendapati pedagang bakso keliling yang cuma membilas (tanpa sabun) mangkok yang habis digunakan. Bagaimana dengan makanan kemasan? Di negara maju seperti Inggris, soft drink, junk food, permen dan snack seperti biskuit atau keripik untuk anak sekolah mulai dibatasi. Ini karena kandungan gula dan garam pada makanan tersebut terlalu banyak untuk anak-anak. Kalau terlalu banyak gula atau garam anak berpotensi terkena obesitas, kerusakan gigi dan membawa kebiasaan makan yang tidak sehat hingga dewasa. Tidak hanya yang obesitas, orang yang punya kebiasaan makan yang tidak sehat rentan terkena penyakit jantung, diabetes, kolesterol, bahkan kanker.

Duh, daripada memberi uang jajan kemudian sang anak membeli soft drink yang bikin diabetes atau bakso formalin yang disajikan pada mangkok kotor mending kita masak sendiri untuk mereka. Kalau anak sakit karena suka jajan sembarangan, uang yang akan kita keluarkan untuk biaya pengobatan akan jauh lebih besar dari uang jajannya. Belum kita yang pasti sedih melihat anak-anak sakit. Memasak untuk anak juga menjadi bukti perhatian kita pada mereka. Bayangkan wajah bahagia mereka saat memakan bekal yang kita buat dengan cinta.

4. Pendidikan

Pendidikan yang baik menjadi bekal bagi anak di masa depan

Pendidikan yang baik menjadi bekal bagi anak di masa depan

Tidak ada yang tahu masa depan anak kita akan seperti apa, maka dari itulah pendidikan menjadi sangat penting untuk bekal baginya di masa depan. Mark Zuckerberg, Bill Gates, Menteri Susi biasanya dicap sebagai orang sukses “tanpa sekolah” dan kita (biasanya) dengan semangat mengatakan “untuk apa pendidikan tinggi, toh orang masih bisa sukses”. Well, ada benarnya memang mereka tidak pernah lulus dari bangku kuliah. Tapi bukan itu intinya. Jika ingin meniru ketiga orang ini, tirulah semangat mereka untuk terus belajar.

Mark Zuckerberg mempelajari banyak hal, mulai psikologi, bisnis, bahkan bahasa yakni bahasa Mandarin. Dia membaca banyak sekali buku mengenai sejarah, kebudayaan, teknologi. Tidak Makanan sehat membantu tumbuh kembang anakheran dia memiliki banyak ide brilian dan menjadi pebisnis dan programmer handal karena pengetahuannya yang luas. Bill Gates membaca setidaknya 50 buku pertahun (bukan novel atau majalah melainkan buku pengetahuan dan publikasi). Menteri Susi yang dalam salah satu wawancara TV mengatakan bahwa untuk menjadi seperti sekarang dia harus bekerja 3 kali lebih keras dari orang lain yang memiliki pendidikan lebih bagus dan beliau mendorong anak-anaknya untuk memiliki pendidikan bagus. Jadi, ada alasan khusus mengapa mereka ini bisa sukses tanpa pendidikan tinggi yakni karena mereka tidak pernah berhenti belajar. Dan tidak semua orang berpendidikan itu nganggur. Banyak orang sukses dan membawa dunia menjadi lebih baik karena pendidikan mereka.

Tugas orang tua adalah membekali anak dengan didikan dan pendidikan sebaik mungkin. Soal hasil sepenuhnya ada di tangan Tuhan.

5. Kasih sayang

Kasih sayang bagi anak dan keluarga

Kasih sayang bagi anak dan keluarga

Dari semua hal diatas yang paling penting adalah kasih sayang. Kasih sayang ini sangat besar kekuatannya tapi kadang luput dari perhatian kita karena ia tidak kelihatan. Kasih sayanglah yang menggerakkan kita melakukan hal-hal baik untuk anak. Uang sebanyak apapun, barang semahal apapun, ilmu setinggi apapun hanya akan menjadi pedang bagi orang lain dan kita sendiri bila dalam penggunaannya tidak didasari kasih sayang.

Gunakan materi yang kita punya dengan bijak ya para orang tua kece sekalian. Seperti pisau, jika digunakan dengan tepat kita bisa menciptakan makanan yang enak dan membuat yang menikmatinya bahagia namun bila digunakan sembarangan malah bisa merusak dan melukai. Demikian pula dengan uang. Uang juga dapat menjadi berkat atau senjata, semua tergantung pada keputusan kita.


Author Image

About Mrs. Rafael Uhemat

Mrs. Rafael adalah istri dari Mr. Rafael. Seorang ibu rumah tangga yang ingin menerapkan pengelolaan keuangan yang baik bagi rumah tangganya. Dia dan suaminya berharap dapat menanamkan prinsip-prinsip pengelolaan keuangan pribadi yang baik ke pada anak-anaknya dan menginspirasi keluarga-keluarga lainnya tentang hal yang sama.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *