Lawan Tanggal Tua! 5 Cara Supaya Tanggal Tua Gak Terasa Menyeramkan


Tips kelola uang hingga tanggal tua

Tips kelola uang hingga tanggal tua – credit https://www.flickr.com/photos/dafnecholet/

Dulu kalau pas malam Jumat Kliwon suasana kayaknya jadi horor dan bikin merinding badai. Tapi tahu nggak apa yang lebih menyeramkan dari malam Jumat Kliwon? Yup, tanggal tua. Yang lebih spesial, tanggal tua nggak cuma sehari tapi seminggu. Biasanya dimulai dari awal minggu keempat dan berlangsung sampai gajian (kalo gajian nggak telat pula). Dalam hari-hari itu biasanya kita mengalami sindrom tanggal tua antara lain jantung berdebar kencang, panik, lemah, letih, lesu (karena kurang makan), yang biasanya makan di cafe mendadak (katanya) ngidam mie instan rasa soto dan nasi bungkus. Tapi masa kita mau dipepet tanggal tua terus sampai kita tua? Kita harus bisa menaklukkan hari keramat ini. Bisa? Bisa asal baca dulu tips dari Mrs. Rafael ini

1. Alokasikan pemasukan secara tepat

Ada pepatah bijak yang bilang bahwa saat yang paling penting adalah sekarang. Ini ada benarnya karena kita bisa membentuk masa depan dari apa yang kita lakukan sekarang. Pengalokasian dana yang masuk bisa berpengaruh–sangat berpengaruh malah pada hari-hari yang akan kita jalani kedepan. Ada yang gaji 2 digit, single tapi pertengahan bulan sudah kebingungan karena rekening hampir kosong. Ada yang sudah berkeluarga, penghasilan UMR tapi masih bisa menabung. Sumber masalah tidak selalu dari jumlah penghasilan tapi bisa jadi dari cara mengalokasikan uang kita.

Pada umumnya ada 4 pos pengeluaran pribadi: biaya rutin, cicilan, tabungan/investasi dan biaya sosialisasi/biaya hiburan. Sedikit tips, kalau merasa gaji masih kurang jangan mencampuradukkan biaya rutin dengan biaya hiburan. Contoh, ngopi di coffeeshop yang logonya warna hijau lebih baik dimasukkan ke pos biaya hiburan, jangan jadikan kebiasaan rutin. Tips lain, Sisihkan dulu dana untuk ditabung, jangan menabung dari sisa pengeluaran karena pasti ada excuse untuk tidak sisa.

2. Disiplin

Ini poin yang paling penting dan yang paling susah dilakukan. Tapi jika sudah biasa disiplin dan menahan diri, percayalah hidup akan terasa lebih ringan. Setelah kita melakukan pengalokasian dana, kita harus disiplin dengan budget yang kita tentukan. Mrs. Rafael tahu kok rasanya lihat plang diskon 50% atau barang-barang lucu dan resto unyu. Tapi kalau godaan itu kita turuti terus, tidak akan pernah ada batasnya. Barang bagus selalu ada pada jamannya. Selalu ingat tujuan awal kita mengatur keuangan. Fokus. Jadikan kebiasaan. Rasakan manfaatnya

3. Mencatat pengeluaran

Ini berguna untuk mengevaluasi pengeluaran supaya di bulan selanjutnya kita bisa mengalokasikan dana dengan lebih baik. Kita bisa tahu kemana uang kita “lari” selama sebulan. Jajan di minimarket atau sekedar beli minuman di warung memang nilainya terlihat kecil. Tapi begitu kita catat dan diakumulasi bisa jadi jumlahnya cukup besar lho dan jadi penyebab kosongnya kantong kita. Pengeluaran macam ini seperti  bocor kecil pada ban sepeda. Tidak kelihatan tapi tahu-tahu ban sudah kempes, seperti kantong kita. Dengan mencatat, bulan berikutnya kita bisa lebih berhati-hati dalam melakukan pengeluaran sehingga akhir bulan bisa dilewati dengan lebih ringan.

4. Turunkan gengsi

Coba perhatikan orang saat jalan ke mall. Semuanya sibuk dengan diri sendiri, dandan semaksimal mungkin karena ingin kelihatan cantik dan ganteng sampai tidak memperhatikan orang lain. Kita kadang panik sendiri nggak mau pakai baju A karena takut dibilang jadul sehingga harus beli baju baru. Padahal tidak ada orang yang benar-benar memperhatikan terus mendatangi kita dan bilang kita jadul dan berhari-hari memikirkan kejadulan kita. Kalau ada berarti orang tersebut kurang kerjaan. Kalau begitu untuk apa kita meletakkan gengsi setinggi mungkin, ingin terlihat wah demi mendapat simpati dari orang kurang kerjaan yang suka mengomentari orang lain? Saat menjalani gaya hidup sesuai kemampuan, kita bisa menghemat lebih banyak. Tidak perlu selalu ikut-ikutan tren karena mengikuti tren pastinya butuh lebih banyak biaya. Jangan sampai akhir bulan jadi saat yang ngenes karena semua uang kita lari demi menuruti gengsi. Kalau mau gengsi, gengsilah pada hal yang seharusnya. Gengsi kalau merepotkan orang lain, gengsi kalau ngutang untuk konsumtif, gengsi kalau punya pemikiran sempit, dan gengsi kalau malas-malasan, dan gengsi lain yang bermanfaat.

5. Batasi kredit

Akhir bulan sering identik dengan bayar tagihan. Memang senang mau gajian tapi sering malas juga bayar tagihan seperti kartu kredit, TV kabel dan cicilan macam-macam. Jaman sekarang mulai dari alat elektronik, gadget, hingga perabot rumah tangga semua bisa dibayar dengan kredit. Kredit memang mudah, yang sulit adalah mencari uang untuk membayar itu semua. Jadi, lain kali saat tergiur dengan kredit, ingat dulu betapa ngos-ngosannya kita di akhir bulan untuk membayarnya.


Author Image

About Mrs. Rafael Uhemat

Mrs. Rafael adalah istri dari Mr. Rafael. Seorang ibu rumah tangga yang ingin menerapkan pengelolaan keuangan yang baik bagi rumah tangganya. Dia dan suaminya berharap dapat menanamkan prinsip-prinsip pengelolaan keuangan pribadi yang baik ke pada anak-anaknya dan menginspirasi keluarga-keluarga lainnya tentang hal yang sama.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *